DAFTAR ISI
KATA
PENGANTAR............................................................................................ .............i
DAFTAR ISI............................................................................................................ .............ii
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah .................................................................................. ............ 1
B. Rumusan
Masalah ........................................................................................... .............1
C. Tujuan
Penulisan ........................................................................................... .............1
BAB II PEMBAHASAN
2.1Perubahan anatomi dan adaptasi pisiologi pada ibu hamil trimester I, II,
III..........2
2.1.1
Sistem pencernaan……………………………………………………..................2
2.1.2
Sistem perkemihan…………………………………............................…………3
2.1.3
Sistem muskuloskeletal………………………………………….........................4
2.1.4
Sistem respirasi……………………………………………...............……….…...5
2.1.5
Sistem sirkulasi atau
kardiovaskular.....................................................................6
2.1.6
Perubahan padaorgan-organ sistem
reproduksi......................................................7
2.1.7
Peningkatan pada berat badan
saathamil................................................................8
2.2 Perubahandan adaptasi psikologis dalam masa
kehamilan secara garis besar..........9
2.2.1 Trimester
I.............................................................................................................9
2.2.2 Trimester
II...........................................................................................................10
2.2.3 Trimester
III..........................................................................................................11
2.3 Faktor-faktor yang
mempengaruhi
kehamilan.............................................................12
2.3.1 Faktor
Fisik.................................................................................................12
2.3.2 Faktor
Psikologis..........................................................................................13
2.3.3 Faktor
Lingkungan.........................................................................................14
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan......................................................................................................... ............15
B. Saran-saran........................................................................................................ ............15
DAFTAR
PUSTAKA............................................................................................. ...........16
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Proses kehamilan sampai kelahiran
merupakan rangkaian dalam satu kesatuan yang dimulai dari konsepsi, nidasi,
pengenalan adaptasi ibu terhadap nidasi, pemeliharaan kehamilan, perubahan
endokrin sebagai persiapan menyongsong kelahiran bayi dan persalinan dengan
kesiapan untuk memelihara bayi.
Dalam menjalani proses kehamilan tersebut, ibu hamil
mengalami perubahan-perubahan anatomi pada tubuhnya sesuai dengan usia
kehamilannya. Mulai dari trimester I, sampai dengan trimester III
kehamilan.Perubahan-perubahan anatomi tersebut meliputi perubahan sistem
pencernaan, perubahan sistem perkemihan, dan perubahan sistem muskuloskeletal.
Perubahan pada sistem pencernaan seperti sembelit,
mual atau nause, perut kembung akibat makanan yang tertahan dalam
lambug.Perubahan pada sistem perkemihan seperti ibu hamil sering buang air
kesil karena adanya desakan oleh fetus yang semakin besar dalam
uterus.Perubahan pada sistem muskuloskeletal seperti postur tubuh ibu yang
berubah, membuatnya tak nyaman untuk bergerak. Adanya kram kaki yang sering
terjadi pada ibu.
Memang adakalanya perubahan yang terjadi tak begitu
nyaman dirasakan. Namun demikian, selama sifatnya masih fisiologis atau memang
normal terjadi dalam proses kehamilan berlangsung ringan dan tak mengganggu
aktivitas, dianggap normal. Sebaliknya bila gejala-gejala tersebut mulai
berlebihan dan menyebabkan masalah dalam kehidupan sehari-hari, seperti
mengganggu aktivitas dan bahkan sampai dehidrasi tentu bukan hal yang normal
B. RUMUSAN MASALAH
1. Apasaja perubahan-perubahan yang terjadi saat kehamilan (fisik dan
psikologik) ?
2.
Faktor-faktor apa saja yang dapat mempengaruhi ?
C TUJUAN
PENULISAN
1. Agar mahasiswa dapat mengetahui secara umum
perubahan-perubahan yang terjadi pada ibu hamil (fisik dan psikologik)
2. Agar mahasiswa dapat mengetahui faktor-faktor yang
dapat mempengaruhi kehamilan
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 PERUBAHAN ANATOMI dan
ADAPTASI PISIOLOGI pada IBU HAMIL TRIMESTER I,II,dan III
Anatomi manusia atau antropotomi ialah
sebuah bidang khusus dalam anatomi yang mempelajari
struktur tubuh manusia. Sedangkan Fisiologi manusia adalah ilmu
mekanik,fisik, dan biokimia, fungsi
manusia yang sehat, organ-organ , dan sel-sel. Tingkat utama fokus dari
fisiologi adalah pada tingkat organ
dan sistem.
Kehamilan adalah masa di mana seorang wanita membawa embrio atau fetus di
dalam tubuhnya. Dalam kehamilan dapat terjadi banyak gestasi (misalnya, dalam
kasus kembar, atautriplet).
Kehamilan manusia terjadi selama 40 minggu antara
waktu menstruasi terakhir dan kelahiran (38 minggu dari pembuahan). Istilah
medis untuk wanita hamil adalah gravida, sedangkan manusia di dalamnya disebut
embrio (minggu-minggu awal) dan kemudian janin (sampai kelahiran). Seorang
wanita yang hamil untuk pertama kalinya disebut primigravida atau gravida 1.
Seorang wanita yang belum pernah hamil dikenal sebagai gravida 0.
Dalam banyak masyarakat definisi medis dan legal kehamilan manusia dibagi
menjadi tiga yaitu: Trimester I,II dan III,pada masa-masa ini terjadi
perubahan-perubahan seperti perubahan pisik(anatomi dan fisiologi) maupun
perubahan psikis.
Pada ibu hamil, perubahan anatomi sistem-sistem pada
tubuh berkembang sesuai tahap usia kehamilannya. Mulai dari trimester I, sampai
trimester III kehamilan. Sistem-sistem tersebut meliputi :sistem pencernaan,
sistem perkemihan, sistem muskuluskeletalsistem respirasi, ,sistem sirkulasi
atau kardiopaskular,sistem metabolisme.
1. SISTEM
PENCERNAAN
Pada bulan pertama kehamilan terdapat perasaan tidak
enak [ nausae ], akibat kadar hormon estrogen yang meningkat. Tonus otot-otot
traktus digestivus menurun, sehingga morbilitas seluruh taktus digestivusi juga
kurang. Makanan lebih lama berada dilambung dan apa yang telah dicernakan lebih
lama berada dalam usus-usus. Gejalah muntah biasanya terjadi pada pagi hari
yang biasa dikenal dengan morning sickness hal ini di sebapkan
karna hormon Estrogen dan HCG meningkat. Pada beberapa wanita
ditemukan adanya ngidam makanan yang mungkin berkaitan dengan persepsi wanita
tersebut tentang suatu keinginan yang berlebihan terhadap suatu makanan.
Terjadi konstipasi karena pengaruh hormone
progesterone yang meningkat. Selain itu perut kembung juga terjadi
karena adanya tekanan uterus yang membesar dalam rongga perut yang
mendesak organ-organ dalam perut khususnya
saluran pencernaan, usus besar,kearah atas dan lateral dan penurunan
asam lambung, melambatkan pengosongan lambung
Sistem gastrointestinal terpengaruh dalam beberapa hal
karena kehamilan. Tingginya kadar progesteron mengganggu keseimbangan cairan
tubuh, meningkatkan kolesterol darah dan melambatkan kontraksi otot-otot polos.
Sekresi saliva menjadi lebih asam dan lebih banyak dan asam lambung menurun.
Pembesaran uterus menekan diagfragma, lambung dan intestine.
Gigi berlubang terjadi lebih mudah pada saliva yang
bersifat asam selama masa kehamilan dan membutuhkan perawatan yang baik untuk
mencegah karies gigi.Pada bulan-bulan terakhir, nyeri ulu hati dan
regurgitas (pencernaan asam) merupakan ketidak nyamanan yang
disebabkan tekanan keatas dari pembesaran uterus. Pelebaran pembuluh
darah rectum (hemoroid) dapat terjadi. Pada persalinan, rectum dan
otot-otot yang memberikan sokongan sangat tegang
2. SISTEM
PERKEMIHAN
Bila satu organ membesar, maka organ lain akan
mengalami tekanan, dan pada kehamilan tidak jarang terjadi gangguan berkemih
pada saat kehamilan. Ibu akan merasa lebih sering ingin buang air kecil. Pada
bulan pertama kehamilan kandung kemih tertekan oleh uterus yang mulai membesar
Pada minggu-minggu pertengahan kehamilan, frekuensi
berkemih meningkat. Hal ini umumnya timbul antara minggu ke- 16 sampai minggu
ke- 24 kehamilan.Pada akhir kehamilan, bila kepala janin mulai turun kandung
kemih tertekan kembali sehinggal timbul sering kencing.Perubahan struktur
ginjal merupakan aktifitas hormonal [ estrogen dan progesteron ], tekanan yang
timbul akibat pembesaran uterus, dan peningkatan volume darah. Sehingga minggu
ke-10 gestasi, pelvis ginjal dan uretra berdilatasi.
Pada kehamilan normal fungsi ginjal cukup banyak
berubah. Laju filtrasi glomerulus dan aliran plasma ginjal meningkat pada awal
kehamilan. Ginjal wanita harus mengakomodasi tuntutan metabolism dan sirkulasi
ibu yang meningkat dan juga mengekskresi produk sampah janin. Ginjal pada saat
kehamilan sedikit bertambah besar, panjangnya bertambah 1-1,5 cm. Ginjal
berfungsi paling efisien saat wanita berbaring pada posisi rekumbeng lateral dan
paling tidak efisien pada saat posisi telentang. Saat wanita hamil berbaring
telentang, berat uterus akan menekan vena kava dan aorta, sehingga curah
jantung menurun. Akibatnya tekanan darah ibu dan frekuensi jantung janin
menurun, begitu jg dengan volume darah ginjal.
3. SISTEM
MUSKULOSKELETAL
Pada trimester pertama tidak banyak perubahan pada
muskuloskeletal. Keseimbangan kadar kalsium selama kehamilan biasanya normal
apabila asupan nutrisi khususnya produk susu terpenuhi. Tulang dan gigi biasanya
tidak berubah pada kehamilan yang normal. Selama masa kehamilan wanita
membutuhkan kira-kira 1/3 lebih banyak kalsium dan posfor. Karies gigi tidak
disebabkan oleh dekalasifikasi, sejak kalsium dan gigi dibentuk. Terdapat bukti
bahwa saliva yang sama pada saat hamil membuat aktifitas penghancur bakteri
email yang menyebabkan karies
Pada trimester II, peningkatan berat wanita hamil
menyebabkan postur dan cara berjalan wanita berubah secara menyolok. Otot
dinding perut meregang dan akhirnya sedikit kehilangan tonus otot.Selama
trimester ketiga, otot rektus abdominalis dapat memisah menyebabkan isi perut
menonjol digaris tengah. Umbilikus menjadi lebih datar atau menonjol.Setelah
melahirkan, tonus otot secara bertahap kembali tetapi, pemisahan otot (diastasi
recti) menetap
Dilain pihak, sendi pelvis pada saat kehamilan sedikit
dapat bergerak. Postur tubuh wanita secara bertahap mengalami perubahan karenan
janin membesar dalam abdomen.Untuk mengkompensasikan penambahan berat ini, bahu
lebih tertarik kebelakang dan tulang belakang lebih melengkung, sendi tulang
belakang lebih lentur, dapat menyebabkan nyeri tulang punggung pada wanita.
Payudara yang besar dan posisi bahu yang bungkuk saat berdiri akan semakin
membuat kurva punggung dan lumbal menonjol. Pergerakan menjadi lebih sulit.
Kram otot-otot tungkai dan kaki merupakan masalah umum
selama kehamilan. Penyebabnya tidak diketehui, tetapi berhubungan
dengan metabolisme otot, atau postur yang tidak seimbang.Wanita muda
yang cukup berotot dapat mentoleransi perubahan ini tanpa keluhan. Akan tetapi
wanita yang tua dapat mengalami gangguan punggung atau nyeri punggung yang
cukup berat selama kehamilan.
4. SISTEM RESPIRASI
Kebutuhan oksigen meningkat sampai 20%, selain itu
diafragma juga terdorong ke kranial -> terjadi hiperventilasi dangkal
(20-24x/menit) akibat kompliansi dada (chest compliance) menurun. Volume tidal
meningkat. Volume residu paru (functional residual capacity) menurun. Kapasitas
vital menurun.
5. SISTEM
SIRKULASI ATAU KARDIOVASKULAR
Perubahan fisiologi pada kehamilan normal, yang
terutama adalah perubahan HEMODINAMIK maternal, meliputi:
Retensi
cairan,bertambah beban volume dan curah jantung
Anemia
relatif
Tekanan
darah arterial menurun
Curah
jantung bertambah 30-50%, maksimal ahir trimester I,menetap sampai ahir
kehamilan
- Volume darah
maternal keseluruhan bertambah sampai 50%
- Vlume plasma
bertambah lebih cepat pada awal kehamilan, kemudian bertambah secara perlahan
sampai akhir kehamilan.
Pada trimester pertama, terjadi:
- Penambahan
curah jantung, volume plasma dan volume cairan ekstaselular disertai
peningkatan aliran plasma ginjal dan laju filtrasi glomerulus.
- Penamabahan
/ retensi air dan natrium yang dapat ditukar di dalam tubuh, peningkatan TBW /
total body water.
- akibatnya
terjadi aktifasi sistem renin-angiotensin dan penurunan ambang osmotik untuk
pelepasan mediator vasopresin dan stimulasi dahaga.
- akibatnya pula
terjadi penurunan konsentrasi natrium dalam plasma dan penurunan osmolalitas
plasma, sehingga terjadi edema pada 80% wanita yang hamil.
Terjadi peningkatan volume plasma sampai 25-45%, dengan jumlah eritrosit
meningkat hanya sedikit (kadar hemoglobin menurun akibat anemia relatif).
Cardiac output meningkat sampai 20-40%. Resistensi perifer juga menurun, sering
tampak sebagai varisces tungkai. Leukosit meningkat sampai 15.000/mm3, akibat
reaksi antigen-antiibodi fisiologik yang terjadi pada kehamilan. Infeksi
dicurigai bila leukosit melebihi 15.000/mm3. Trombosit meningkat sampai
300.000-600.000/mm3, tromboplastin penting untuk hemostasis yang baik pada
kehamilan dan persalinan. Fibrinogen juga meningkat 350-750 mg/dl (normal
250-350 mg/dl). Laju endap darah meningkat. Protein total meningkat, namun
rasio albumin-globulin menururn karena terjadi penurunan albumin alfa-1, alfa-2
dan beta diikuti peningkatan globulin alfa-1, alfa-2 dan beta. Faktor-faktor
pembekuan meningkat.
Terjadi peningkatan volume plasma sampai 25-45%, dengan jumlah eritrosit
meningkat hanya sedikit (kadar hemoglobin menurun akibat anemia relatif).
Cardiac output meningkat sampai 20-40%. Resistensi perifer juga menurun, sering
tampak sebagai varisces tungkai. Leukosit meningkat sampai 15.000/mm3, akibat
reaksi antigen-antiibodi fisiologik yang terjadi pada kehamilan. Infeksi
dicurigai bila leukosit melebihi 15.000/mm3. Trombosit meningkat sampai
300.000-600.000/mm3, tromboplastin penting untuk hemostasis yang baik pada
kehamilan dan persalinan. Fibrinogen juga meningkat 350-750 mg/dl (normal
250-350 mg/dl). Laju endap darah meningkat. Protein total meningkat, namun
rasio albumin-globulin menururn karena terjadi penurunan albumin alfa-1, alfa-2
dan beta diikuti peningkatan globulin alfa-1, alfa-2 dan beta. Faktor-faktor
pembekuan meningkat.
Metabolisme
Basal metabolic rate meningkat sampai 15%, terjadi
juga hipertrofi tiroid. Kebutuhan karbohidrat meningkat sampai 2300 kal/hari
(hamil) dan 2800 kal/hari (menyusui). Kebutuhan protein 1 g/kgbb/hari untuk
menunjang pertumbuhan janin. Kadar kolesterol plasma meningkat sampai 300
g/100ml. Kebutuhan kalsium, fosfor, magnesium, cuprum meningkat. Ferrum
dibutuhkan sampai kadar 800 mg, untuk pembentukan hemoglobin tambahan.
Khusus untuk metabolisme karbohidrat, pada kehamilan
normal, terjadi kadar glukosa plasma ibu yang lebih rendah secara bermakna
karena:
- Ambilan
glukosa sirkulasi plasenta meningkat
- Produksi
glukosa dari hati menurun
- Produksi
alanin (salah satu prekursor glukoneogenesis) menurun
- Aktivitas
ekskresi ginjal meningkat
- efek
hormon-hormon gestasional (human placental lactogen, hormon2 plasenta lainnya,
hormon2 ovarium, hipofisis, pankreas, adrenal, growth factors, dsb).
Selain itu terjadi juga perubahan metabolisme lemak dan asam amino. Terjadi
juga peningkatan aktifitas enzim-enzim metabolisme pada umumnya.
Selain itu terjadi juga perubahan metabolisme lemak dan asam amino. Terjadi
juga peningkatan aktifitas enzim-enzim metabolisme pada umumnya.
6. PERUBAHAN PADA ORGAN-ORGAN SISTEM
REPRODUKSI
Uterus
Tumbuh membesar primer, maupun
sekunder akibat pertumbuhan isi konsepsi intrauterin. Estrogen menyebabkan
hiperplasi jarigan, progesteron berperan untuk elastisitas / kelenturan uterus.
Taksiran kasar perbesaran uterus pada perabaab tinggi fundus:
- tidak hamil
/ normal: sebesar telur ayam (+30g)
- kehamilan 8
minggu: telur bebek
- kehamilan 12
minggu : telur angsa
- kehamilan 16
minggu : pertangaha simfisis-pusat
- kehamilan 20
minggu : pinggir bawah pusat
- kehamilan 24
minggu : pinggir atas pusat
- kehamilan 28
minggu : sepertiga pusat-xyphoid
- kehamilan 32
minggu : pertengahan pusat-xyphoid
- kehamilan
36-42 minggu : 3 sampai 1 jari bawah xyphoid
Ismus uteri, bagian dari serviks, batas anatomik
menjadi sulit ditentukan, pada kehamilan trimester I memanjang dan lebih kuat.
Pada kehamilan 16 minggu menjadi satu bagian dengan korpus, dan pada kehamilan
akhir di atas 32 minggu menjadi segmen bawah uterus. Vaskularisasi sedikit,
lapis muskular tipis, mudah ruptur, kontraksi minimal -> berbahaya jika
lemah, dapat ruptur, mengancam nyawa janin dan nyawa ibu. Serviks uteri
mengalami hipervaskularisasi akibat stimulasi estrogen dan perlunakan akibat
progesteron (-> tanda Hegar), warna menjadi livide / kebiruan. Sekresi
lendir serviks meningkat pada kehamilan memberikan gejala keputihan.
Vagina / vulva
Terjadi hipervaskularisasi akibat pengaruh estrogen
dan progesteron, warna merah kebiruan (tanda Chadwick).
Ovarium
Sejak kehamilan 16 minggu, fungsi diambil alih oleh
plasenta, terutama fungsi produksi progesteron dan estrogen. Selama kehamilan
ovarium tenang/beristirahat. Tidak terjadi pembentukan dan pematangan folikel
baru, tidak terjadi ovulasi, tidak terjadi siklus hormonal menstruasi.
Payudara
Akibat pengaruh estrogen terjadi hiperplasia sistem
duktus dan jaringan interstisial payudara. Hormon laktogenik plasenta
(diantaranya somatomammotropin) menyebabkan hipertrofi dan pertambahan sel-sel
asinus payudara, serta meningkatkan produksi zat-zat kasein, laktoalbumin,
laktoglobulin, sel-sel lemak, kolostrum. Mammae membesar dan tegang, terjadi
hiperpigmentasi kulit serta hipertrofi kelenjar Montgomery, terutama daerah
areola dan papilla akibat pengaruh melanofor. Puting susu membesar dan
menonjol.
7. PENINGKATAN BERAT BADAN SELAMA
HAMIL
Normal berat badan meningkat sekitar 6-16 kg, terutama
dari pertumbuhan isi konsepsi dan volume berbagai organ / cairan intrauterin.
Berat janin + 2.5-3.5 kg, berat plasenta + 0.5 kg,
cairan amnion + 1.0 kg, berat uterus + 1.0 kg, penambahan volume sirkulasi
maternal + 1.5 kg, pertumbuhan mammae + 1 kg, penumpukan cairan interstisial di
pelvis dan ekstremitas + 1.0-1.5 kg.
2.2PERUBAHAN DAN
ADAPTASI PSIKOLOGIS DALAM MASA KEHAMILAN SECARA GARIS BESAR
1. Trimester I
Trimester pertama sering dianggap sebagai periode penyesuaian. Penyesuaian
yang dilakukan wanita adalah terhadap kenyataan bahwa ia sedang mengandung.
Penerimaan tehadap kenyataan ini dan arti bagi semua ini bagi dirinyamerupakan
tugas psikologis yang paling penting bagi dirinya. Salam trimester ini wanita
menjadi ambivalen. Kurang lebih 80% wanita mengalami kekecewaan, penolakan,
kecemasan, depresi, dan kesedihan. Akan tetapi bagi wanita terutama mereka yang
telah merencanakan kehamilan atau telah berusaha keras untuk hamil, merasa suka
cita sekaligus tidak tidak percaya bahwa dirinya telah hamil dan mencari bukti
kehamilan pada setiap jengkal tubuhnya.
Hasrat seksual pada trimester pertama sangat bervariasi antara wanita satu
dengan wanita yang lain. Meski beberapa wanita mengalami peningkatan hasrat
seksual akan tetapi secara umum trimester pertama merupakan waktu terjadinya
penurunana libido dan hal ini memerlukan komunikasi yang jujur dan terbuka
terhadap pasangannya masing-masing. Banyak wanita merasakan kebutuhan kasih
saying yang besar dan cinta kasih tanpa seks.
2. Trimester II
Trimester kedua sering di kenal sebagai periode kesehatan yang baik, yakni
periode ketika wanita merasa nyaman dan bebas dari segala rasa ketidaknyamanan
yang normal yang dialami oleh ibu hamil. Trimester kedua dibagi menjadi dua
fase yakni fase pra-queckning dan pasca quickening. Quickening menunjukkan
kenyataan adanya kehidupan yang terpisah , yang menjadi dorongan bagi wanita
dalam melaksanakan tugas psikologis utamanya pada trimester ini yakni
mengembangkan identitas sebagai ibu bagi dirinya sendiri, yang berbeda dari
ibunya.
Sebagian besar wanita merasa lebih erotis selama trimester kedua,kurang
lebih 80% wanita mengalami kemajuan yang nyata dalam hubungan seksual mereka
dibandingkan dengan trimester I dan sebelum hamil. Trimester kedua hamper
terbebas dari segala ketidaknyamanan fisik, dan ukuran perut wanita belum
menjadi masalah besar, lubrikasi vagina menjadi semakin banyak pada masa ini,
kekemasan, kekhawatiran dan masalah – masalah yang sebelumnya menimbulkan
ambivalensi pada wanita tersebut mereda, dan ia telah mengalami perubahan dari
seorang menuntut kasih sayang dari ibunya menjadi seorang pencari kasih sayang
dari pasangannya, dan semua factor ini turut mempengaruhi peningkatan libido
dan kepuasan seksual.
3. Trimester III
Trimester ketiga ini sering disebut periode penantian dengan penuh
kewaspadaan. Ia mulai menyadari kehadiran bayi sebagi makhluk yang terpisah
sehingga ia tidak sabar menantikan kelahiran sang bayi. Dan dalam trimester ini
merupakan waktu persiapan yang aktif menantikan kelahiran bayinya. Hal ini
membuat ia berjaga-jaga dann menunggu tanda dan gejala persalinan.
Sejumlah ketakutan muncul dalam trimester ini yaitu merasa cemas dengan
kehidupan bayinya dan dirinya sendiri, seperti : apakah bayinya nanti akan
lahir abnormal, terkait dengan persalinan dan pelahiran (nyeri, kehilangan
kendali dan hal –hal lain yang tidak diketahui), apakah ia akan menyadari bahwa
ia akan bersalin, atau bayinya tidak mampu keluar karena perutnya sudah luar
biasa besar, atau apakah organ vitalnya akan mengalami cedera akibat tendangan
bayi.
Ia juga mengalami proses duka lain ketika ia mengantisipasi hilangnya
perhatiuan dan hakisstimewa khusus lain selama ia hamil, pepisahan antara ia
dan bayinya tidk dapat dihindari, dan perasaan kehilangana karena uterusnya
yang penuh tiba – tiba akan mengempis dan kosong.
Wanita akan kembali merasakan ketidaknyamanan fisik yang semakin kuat
menjelang akhir kehamilan. Ia akan merasa canggung, jelek,berantakan dan
memerlukan dukungan yang sangat besar dan konsisten dari pasangannya. Hasrat
untuk melakukan hubungan seksual akan menghilang seiring dengan membesarnya
abdomen yang menjadi penghalang. Alternative possisi dalam berhubungan seksual
dan metode alternative untuk mencapai kepuasan dapat membantu atau dapat
menimbulkan perasaan bersalah jika ia merasa tidak nyaman dengan cara- cara
tersebut. Berbagi perasaan secara jujur dengan pasngan dan konsultasi mereka
dengan tenaga kesehatan khususnya bidan menjadi sangat penting.
2.3
FAKTOR0FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEHAMILAN
A. Faktor fisik
1. Status kesehatan
Ada dua klasifikasi dasar yang
berkaitan dngan status kesehatan atua penyakit yang dialami ibu hamil :
a. Penyakit atau komplikasi akibat
langsung kehamilan. Termasuk dalam klasifikasi ini adalah hypermesis
gravidarum, preeklamsi atau eklamsia,kelainan lamanya kehamilan,kehamilan
ektopik,kelianan placenta atau selaput janin,perdarahan antepartum, gemelli.
b. Penyakit atau kelainan yang tidak
langsung berhubungan dengan kehamilan. Contoh yang termasuk dalam kategori ini
adalah :
1. Penyakit kardio vasculair misalnya
penyakitjantung , hipertensi, stenosis aorta, mitral isuvisiensi, jantung
rematik, endokarditis.
2. Penyakit darah misal anemia dalam
kehamilan, leukimia,penyakit hodgkin,hemostasis dan kelainan pembekuan darah,pur-pura
trombositopeni.
3. Penyakit saluran nafas misalnya
influenza,bronkitis,TB paru,asma.
4. Penyakit hepar dan pankreas misalnya
hepatitis, rupturhepar, sirosis hepatis,penyakit pankreas dll
5. Penyakit ginjal dan saluran kemih misalnya
infeksi saluran kemih, bau ginjal,gagal ginjal,TBC ginjal.
6. Penyakit endokrin misalnya diabetes
dalam kehamlan, kelainan kelenjar gondok dan anak ginjal,kelainan hipofisis
7. Penyakit menular misalnya
IMS(penyakit akibat hubngan seksual),AIDS,kolera,tetanus,difteri,lepra,TORCH,campak,
malaria dll.
Ø Adapun tujuan dari pemeriksaan kehamilan yang disebut
dengan Ante Natal Care (ANC) tersebut adalah:
§ Memantau kemajuan kehamilan. Dengan demikian kesehatan ibu dan janin pun dapat
dipastikan keadaannya.
§ Meningkatkan dan mempertahankan kesehatan fisik dan mental
ibu, karena dalam melakukan pemeriksaan
kehamilan, petugas kesehatan (bidan atau dokter) akan selalu memberikan saran dan
informasi yang sangat berguna bagi ibu dan janinnya.
§ Mengenali secara dini adanya ketidaknormalan atau komplikasi yang mungkin terjadi selama
kehamilan dengan melakukan pemeriksaan pada ibu hamil dan janinnya.
§ Mempersiapkan ibu agar dapat melahirkan dengan selamat. Dengan mengenali kelainan secara
dini, memberikan informasi yang tepat tentang kehamilan dan persalinan pada ibu
hamil, maka persalinan diharapkan dapat berjalan dengan lancar, seperti yang
diharapkan semua pihak
§ Mempersiapkan agar masa nifas berjalan normal. Jika kehamilan dan persalinan
dapat berjalan dengan lancar, maka diharapkan masa nifas pun dapar berjalan
dengan lancar.
§ Mempersiapkan peran ibu dan keluarga
dalam menerima bayi. Bahwa
salah satu faktor kesiapan dalam menerima bayi adalah jika ibu dalam keadaan
sehat setelah melahirkan tanpa kekurangan suatu apa pun. (Kusniati, Yuni,SST,. Dkk.2010.Perawatan
Ibu Hamil (asuhan ibu hamil).yogyakarta:Fitramaya.) dan (Yuyu, Yulianti.2012.Faktor-Faktor
yang Mempengaruhi Kehamilan.
http://midcare.blogspot.com/2012/01/faktor-faktor-yang-mempengaruhi.html.27
Februari 2013)
2. Gizi
Status gizi
merupakan hal yang penting diperhatikan pada masa kehamilan,karena faktor gizi
sangat berpengaruh terhadap status kesehatan ibu selama hamil serta guna
pertumbuhan dan perkembangan janin. Keterbatasan gizi selama hamil sering
berhubungan dengan faktor ekonomi,pendidikan,sosial atau keadaan lain yang
meningkatkan kebutuhan gizi ibu seperti ibu hamil dengan penyakit infeksi
tertentu termasuk pula persiapan fisik untuk persalinan.
Kebutuhan zat gizi pada ibu hamil
secara garis besar adalah sbb :
a. Asam folat
Menurut konsep evidence bahwa
pemakaian asam folat pada masa pre dan perikonsepsi menurunkan resiko kerusakan
otak,kelainan neural, spinabivida dan anensepalus,baik pada ibu hamil yang
normal maupun yang beresiko. Asam folat juga berguna untuk membantu produksi
sel darah merah, sintesis DNA pada janin dan pertumbuhan placenta.
b. Energi
Diit pada ibu hamil tidak hanya
difokuskan pada tinggi protein saja tetapi pada susunan gizi seimbang energi
dan juga protein. Hal ini juga efektif untuk menurunkan kejadian BBLR dan
kematian perinatal. Kebutuhan energi ibu hamil adalah 285 kalori untuk proses
tumbuh kembang janin dan perubahan pada tubuh ibu.
c. Protein
Pembentukan jaringan baru dari janin
dan untuk tubuh ibu dibutuhkan protein sebesar 910 gram dalam 6 bulan terakir
kehamilan. Dibutuhkan tambahan 12 gram protein sehari untuk ibu hamil.
d. Zat besi (fe)
Pemberian suplemen tablet tambah darah atau zat besi secara rutin adalah
untuk membangun cadangan besi, sintesa sel darah merah, dan sintesa darah otot.
Setiap tablet besi mengandung Fe SO4 320mg (zat besi 30 mg), minimal 90 tablet
selama hamil. Dasar pemberian zat besi adalah adanya perubahan volume darah
atau hydraemia (peningkatan sel darah merah 20-30 % sedangkan peningkatan
plasma darah 50%)
e.
Kalsium
Untuk pembentukan tulang dan gigi bayi.
Kebutuhan kalsium ibu hamil adalah sebesar 500 mg sehari.
f. Pemberian suplemen vit. D terutama
pada kelompok beresiko penyakit seksual (IMS) dan di negara dengan musim dingin
yang panjang.
g. Pemberian yodium pada daerah dengan
endemik kretinisme.
h. Tidak ada rekomendasi rutin untuk
pemberian zinc,magnesium,dan minyak ikan selama hamil.
Akibat
malnutrisi pada kehamilan yaitu berat otak dan bagian-bagian otak serta jumlah
sel otak kurang dari normal. Setelah lahir akan menjadi Inteligensia (IQ) di
bawah rata-rata karena adanya malnutrisi pada ibu hamil, volume darah menjadi
berkurang,aliran darah ke uterus dan placenta berkurang, ukuran placenta
berkurang dan transfer nutrient melalui placenta berkurang sehingga janin
tumbuh lambat atau terganggu. Ibu hamil dengan kekurangan gizi cenderung
melahirkan prematur atau BBLR. Rata-rata kenaikan berat badan selama hamil
adalah 10-20 kg atau 20% dari berat badan ideal sebelum hamil.
Proporsi kenaikan berat badan selama hamil dalah :
a) Kenaikan berat badan trimester 1
lebih kurang 1 kg. Kenaikan berat badan ini hampir seluruhnya merupakan
kenaikan berat badan ibu.
b) Kenaikan berat badan trimester 2
adalah 3 kg atau 0,3 kg/minggu. Sebesar 60% kenaikan berat badan ini
dikarenakan pertumbuhan jaringan pada ibu.
c) Kenaikan berat badan trimester 3
adalah 6 kg atau 0,3-0,5 kg/minggu. Sekitar 60% kenaikan berat badan ini karena
pertumbuhan jaringan janin. Timbunan lemak pada ibu lebih kurang 3 kg.
Penilaian status gizi ibu hamil
adalah dari :
a. Berat badan dilihat dari Quatelet
atau body mass index(index masa tubuh = IMT). Ibu hamil dengan berat badan di
bawah normal sering dihubungkan dengan abnormalitas kehamilan, berat badan lahir
rendah. Sedangkan berat badab overweight meningkatkan resiko atau komplikasi
dalam kehamilan seperti hipertensi,janin besar sehingga terjadi kesulitan dalam
persalinan.
b. Ukuran lingkar lengan atas (LILA)
Standar minimal untuk ukuran lingkar
lengan atas pada wanita dewasa atau usia reproduksi adalah 23,5 cm. Jika ukuran
lila kurang dari 23,5 cm maka interpretasinya adalah Kurang Energi Kronis
(KEK).
c. Kadar hemoglobin (HB)
(Kusniati, Yuni,SST,. Dkk.2010.Perawatan Ibu Hamil (asuhan ibu hamil).yogyakarta:Fitramaya.)
3. Gaya hidup
a. Kebiasaan minum jamu. Minum jamu
merupakan salah satu kebiasaan yang beresiko bagi wanita hamil,karena efek
minum jamu dapat membahayakan tumbuh kembang janin seperti menimbulkan
kecacatan, abortus, BBLR partus prematurus, kelianan ginjal dan jantung janin,
asfiksia neonatorum, kematian janin dalam kandungan dan malformasi organ janin.
Hal ini terjadi terutama apabila minum jamu pada trimester 1. Selain efek
pada janin juga terdapat kemungkinan efek pada ibu hamil, misalnya keracunan,
kerusakan jantung dan ginjal, shock, dan perdarahan.
b. Senam hamil
Senam
hamil / latihan member keuntungan untuk mempertahankan dan meningkatkan
kesehatan fisik ibu hamil, memperlancar peredaran darah, mengurangi keluhan
kram/pegal-pegal, dan mempersiapkan pernafasan,aktifitas otot dan panggul untuk
menghadapi proses persalinan. Komponen gerakan senam ada beberapa modifikasi
yang berbeda-beda tetapi ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu adanya
pemanasan, latihan pernafasan, latihan otot, dan latihan panggul. Perhatikan
mengenai kontraindikasi untuk melakukan senam hamil, misalnya kehamilan dengan
abortus berulang, dengan penyakit hypertensi atau kehamilan dengan
penyakit tertentu sehingga menimbulkan resiko bagi kehamilannya.
c. Substance abuse
Pengertian dari substance abuse adalah perilaku yang merugikan atau
membahayakan bagi ibu hamil termasuk penyalahgunaan atau penggunaan obat atau
zat-zat tertentu yang membahayakan ibu hamil.
1) Penggunaan obat-obat selama hamil
Pengaruh
obat terhadap janin selama hamil tidak hanya tergantung dari macam obat, akan
tetapi juga tergantung dari saat obat tersebut diberikan. Obat-obat yang di
berikan kepada ibu hamil dapat menimbulkan efek pada janin seperti :
Ø Kelainan bentuk anatomic atau kecacatan pada janin,
terutama penggunaan obat pada trimester pertama.
Ø Kelaianan faal alat tubuh.
Ø Gangguan pertukaran zat dalam tubuh.
Kadang-kadang pengaruh obat yang di
berikan pada waktu hamil baru akan terlihat pada bayi yang dilahirkan ketika
sudah menginjak usia remaja atau dewasa. Sebagai contoh pemberian esterogen
pada ibu hamil dapat menyebabkan tumor alat kandungan bila bayi telah berusia
remaja atau dewasa. Hampir semua obat yang diberikan pada wanita hamil dapat
melalui plasenta dan mencapai janin dan beberapa diantaranya dapat mengganggu
perkembangan janin. Maka sebaiknya berhati-hati dalam memberikan obat sewaktu
hamil.
Tabel Daftar
Obat yang berpotensi membahayakan atau
Menimbulkan
kelainan pada janin
Anatomi manusia atau antropotomi ialah
sebuah bidang khusus dalam anatomi yang mempelajari
struktur tubuh manusia. Sedangkan Fisiologi manusia adalah ilmu
mekanik,fisik, dan biokimia, fungsi
manusia yang sehat, organ-organ , dan sel-sel. Tingkat utama fokus dari
fisiologi adalah pada tingkat organ
dan sistem.
Terjadi peningkatan volume plasma sampai 25-45%, dengan jumlah eritrosit
meningkat hanya sedikit (kadar hemoglobin menurun akibat anemia relatif).
Cardiac output meningkat sampai 20-40%. Resistensi perifer juga menurun, sering
tampak sebagai varisces tungkai. Leukosit meningkat sampai 15.000/mm3, akibat
reaksi antigen-antiibodi fisiologik yang terjadi pada kehamilan. Infeksi
dicurigai bila leukosit melebihi 15.000/mm3. Trombosit meningkat sampai
300.000-600.000/mm3, tromboplastin penting untuk hemostasis yang baik pada
kehamilan dan persalinan. Fibrinogen juga meningkat 350-750 mg/dl (normal
250-350 mg/dl). Laju endap darah meningkat. Protein total meningkat, namun
rasio albumin-globulin menururn karena terjadi penurunan albumin alfa-1, alfa-2
dan beta diikuti peningkatan globulin alfa-1, alfa-2 dan beta. Faktor-faktor
pembekuan meningkat.
a. Penyakit atau komplikasi akibat
langsung kehamilan. Termasuk dalam klasifikasi ini adalah hypermesis
gravidarum, preeklamsi atau eklamsia,kelainan lamanya kehamilan,kehamilan
ektopik,kelianan placenta atau selaput janin,perdarahan antepartum, gemelli.
2. Penyakit darah misal anemia dalam
kehamilan, leukimia,penyakit hodgkin,hemostasis dan kelainan pembekuan darah,pur-pura
trombositopeni.
4. Penyakit hepar dan pankreas misalnya
hepatitis, rupturhepar, sirosis hepatis,penyakit pankreas dll
6. Penyakit endokrin misalnya diabetes
dalam kehamlan, kelainan kelenjar gondok dan anak ginjal,kelainan hipofisis
§ Mengenali secara dini adanya ketidaknormalan atau komplikasi yang mungkin terjadi selama
kehamilan dengan melakukan pemeriksaan pada ibu hamil dan janinnya.
§ Mempersiapkan ibu agar dapat melahirkan dengan selamat. Dengan mengenali kelainan secara
dini, memberikan informasi yang tepat tentang kehamilan dan persalinan pada ibu
hamil, maka persalinan diharapkan dapat berjalan dengan lancar, seperti yang
diharapkan semua pihak
§ Mempersiapkan peran ibu dan keluarga
dalam menerima bayi. Bahwa
salah satu faktor kesiapan dalam menerima bayi adalah jika ibu dalam keadaan
sehat setelah melahirkan tanpa kekurangan suatu apa pun. (Kusniati, Yuni,SST,. Dkk.2010.Perawatan
Ibu Hamil (asuhan ibu hamil).yogyakarta:Fitramaya.) dan (Yuyu, Yulianti.2012.Faktor-Faktor
yang Mempengaruhi Kehamilan.
http://midcare.blogspot.com/2012/01/faktor-faktor-yang-mempengaruhi.html.27
Februari 2013)
Status gizi
merupakan hal yang penting diperhatikan pada masa kehamilan,karena faktor gizi
sangat berpengaruh terhadap status kesehatan ibu selama hamil serta guna
pertumbuhan dan perkembangan janin. Keterbatasan gizi selama hamil sering
berhubungan dengan faktor ekonomi,pendidikan,sosial atau keadaan lain yang
meningkatkan kebutuhan gizi ibu seperti ibu hamil dengan penyakit infeksi
tertentu termasuk pula persiapan fisik untuk persalinan.
g. Pemberian yodium pada daerah dengan
endemik kretinisme.
h. Tidak ada rekomendasi rutin untuk
pemberian zinc,magnesium,dan minyak ikan selama hamil.
Akibat
malnutrisi pada kehamilan yaitu berat otak dan bagian-bagian otak serta jumlah
sel otak kurang dari normal. Setelah lahir akan menjadi Inteligensia (IQ) di
bawah rata-rata karena adanya malnutrisi pada ibu hamil, volume darah menjadi
berkurang,aliran darah ke uterus dan placenta berkurang, ukuran placenta
berkurang dan transfer nutrient melalui placenta berkurang sehingga janin
tumbuh lambat atau terganggu. Ibu hamil dengan kekurangan gizi cenderung
melahirkan prematur atau BBLR. Rata-rata kenaikan berat badan selama hamil
adalah 10-20 kg atau 20% dari berat badan ideal sebelum hamil.
c) Kenaikan berat badan trimester 3
adalah 6 kg atau 0,3-0,5 kg/minggu. Sekitar 60% kenaikan berat badan ini karena
pertumbuhan jaringan janin. Timbunan lemak pada ibu lebih kurang 3 kg.
Penilaian status gizi ibu hamil
adalah dari :
Standar minimal untuk ukuran lingkar
lengan atas pada wanita dewasa atau usia reproduksi adalah 23,5 cm. Jika ukuran
lila kurang dari 23,5 cm maka interpretasinya adalah Kurang Energi Kronis
(KEK).
Ø Gangguan pertukaran zat dalam tubuh.
Nama Obat
|
Kemungkinan Kelainan Pada Bayi
|
Kloramfenikol
|
Gangguan pernafasan, grey sindrom
(sindrom abu-abu)
|
Tetrasiklin
|
Gangguan pertumbuhan tulang,
perubahan warna gigi, gigi rapuh
|
Dihidrosetreptomisin
|
Tuli
|
Streptomisin
|
Gangguan keseimbangan
|
Amitriptin
|
Iritabilitas neonates
|
Amfetamin
|
Iritabilitas, tidak mau menyusu
|
Nitrofurantoin
|
Gangguan dalam darah
|
Fenasetin
|
Gangguan dalam darah
|
Anti diabetic per oral
|
Kematian janin dalam kandungan
|
Anti kanker
|
Trombositopenia, cacat bawaan
|
Anti malaria
|
Kelainan congenital
|
Aspirin
|
IUGR
|
Ibuprofen
|
Kontriksi duktus arteriosus
|
Parasetamol
|
Dislokasi sendi paha dan clubfoot
|
Vitamin dengan dosis tinggi
|
Kerusakan ginjal, defek susunan
saraf pusat dan kranifisial, skorbut, ketidakmampuan belajar, kerusakan hati
dan tulang
|
2) Merokok
Berdasarkan konsep evidence
menunjukan bahwa merokok menimbulkan efek yang sangat membahayakan bagi janin.
Ibu hamil perokok akan beresiko menurunkan berat badan bayi. Efek merokok
terhadap kejadian pre eklamsia, kelainan perinatal tidak cukup terbukti. Hasil
riset menunjukan satu atau lima diantara wanita hamil dilaporkan merokok.
Hingga seperempat wanita hamil yang merokok, berhenti pada pemeriksaan
kunjungan antenatal yang pertama. Kebiasaan merokok sering terjadi pada kelompok
sosial ekonomi rendah, paritas tinggi, penghasilan rendah, atau ibu dengan
problem psikologis seperti depresi, stress, pekerja berat, dll. Merokok
merupakan salah satu isu penting yang sangat bagus dicermati saat kehamilan
karena efek yang muncul diakibatkan merokok adalah kelahiran BBLR, persalinan
preterm, kematian perinatal. Merokok juga sering dihubungkan dengan kejadian
keberhasilan masa menyusui atau laktasi dan memperpendek masa menyusui,
meskipun dalam hubungan ini penyebabnya belum diketahuidengan pasti.
Faktor lingkungan yang baik dan
strategis merupakan salah satu upaya yang penting untuk menghentikan kebiasaan
merokok bagi ibu daripada pemberian konseling tentang bahaya merokok. Pengeruh
nikotin terhadap janin menimbulkan efek kenaikan tekanan pada otak janin dan
peningkatan denyut jantung janin. Merokok selain mempunyai efek membahayakan
janin juga mambahayakan ibu berkaitan dengan penyakit-penyakit yang muncul
sebagai akibat merokok, misalnya penyakit paru, jantung, hipertensi, arteriosklerosis,
kanker paru dsb. Para bidan, dokter spesialis kebidanan harus mendukung upaya
untuk menghentikan merokok melalui kegiatan antenatal care, kelas antenatal
bagi perokok, mengurangi periklanan tentang rokok, area bebas merokok, dan
mengembangkan serta mendukung kebijaksanaan tentang upaya mengurangi merokok di
institusi atau tempat kerja masing-masing.
3) Alkohol dan kafein
Alkohol yang dikonsumsi ibu hamil dapat membahayakan
jantung ibu hamil dan merusak janin, termasuk menimbulkan kecacatan dan
kelainan pada janin dan menyebabkan kelahiran premature. Tidak hanya pada
peminum atau pemakai alkohol rutin, tetapi juga pada pemakai alkohol yang tidak
rutin atau insidental.
4) Kehamilan di luar nikah dan kehamilan tidak
diinginkan.
Kehamilan tidak diinginkan biasanya dialami oleh para
remaja yang dikarenakan sex pra nikah atau sex bebas. Meskipun tidak menutup
kemungkinan bahwa kehamilan tidak diinginkan juga dapat terjadi pada ibu dengan
status marital atau pasangan suami istri yang sudah menikah yang sedang tidak
merencanakan kehamilan, hal ini biasanya dikarenakan kegagalan alat
kontrasepsi. Kedua hal tersebut sama-sama member dampak psikologis pada ibu
hamil.
Reaksi
wanita yang mengalami hamil di luar nikah :
v Melarikan diri dari tanggung
jawab,melakukan abortus,membuang anaknya, menitipkan anak ke orang lain atau
panti asuhan.
v Berusaha melakukan aborsi dan bunuh
diri.
v Melakukan pekerjaan sebagai seorang
ibu walau dengan keterpaksaan.
(Kusniati, Yuni,SST,. Dkk.2010.Perawatan
Ibu Hamil (asuhan ibu hamil).yogyakarta:Fitramaya.)
B. Faktor Psikologis
1.
Stresor
Internal dan Eksternal
Stressor internal
Stressor internal meliputi
factor-faktor pemicu stress ibu hamil yang berasal dari diri ibu sendiri.
Adanya beban psikologis yang ditanggung oleh ibu dapat menyebabkan gangguan
perkembangan bayi yang nantinya akan terlihat ketika bayi lahir. Anak akan
tumbuh menjadi seseorang dengan kepribadian yang tidak baik, bergantung pada
kondisi stress yang dialami oleh ibunya, seperti anak yang menjadi
temperamental, autis atau orang yang terlalu rendah diri (minder). Ini tentu
saja tidak diharapkan. Oleh karena itu, pemantauan kesehatan psikologis pasien
sangat perlu dilakukan.
Stressor eksternal
Pemicu
stress yang berasal dari luar bentuknya sangat bervariasi, misalnya masalah
ekonomi, konflik keluarga, pertengkaran dengan suami, tekanan dari lingkungan
(respon negative dari lingkungan pada kehamilan lebih dari 5 kali), dan masih
banyak kasus yang lain.
2. Support
Keluarga
Setiap
tahap usia kehamilan, ibu akan mengalami perubahan baik yang bersifat fisik
maupun psikologis. Ibu harus melakukan adaptasi pada setiap perubahan yang
terjadi dimana sumber stress terbesar terjadi dalam rangka melakukan adaptasi
terhadap kondisi tertentu.
Dalam
menjalani prose situ ibu hamil sangat membutuhkan dukungan yang intensif dari
keluarga dengan cara menunjukkan perhatian dan kasih sayang.
3. Subrainstormingtan
Abuse (substance abuse)
Kekerasan
yang dialami oleh ibu hamil di masa kecil akan sangat membekas dan sangat
memengaruhi kepribadiannya. Ini perlu diperhatikan karena pada klien yang
mengalami riwayat ini, tenaga kesehatan harus lebih maksimal dalam menempatkan
diri sebagai teman atau pendamping yang bisa dijadikan tempat bersandar bagi
klien dalam masalah kesehatan. Klien dengan riwayat ini biasanya tumbuh dengan
kepribadian yang tertutup.
4. Partner
Abuse
Hasil
penelitian menunjukkan bahwa korban kekerasan terhadap perempuan adalah wanita
yang telah bersuami. Setiap bentuk kekerasan yang dilakukan oleh pasangan harus
selalu diwaspadai oleh tenaga kesehatan jangan sampai kekerasan yang terjadi
akan membahayakan ibu dan bayinya. Efek psikologis yang muncul gangguan rasa
aman dan nyaman pada pasien. Sewaktu-waktu pasien akan mengalami perasaan
terancam yang akan berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan janinnya. (Fatmala, Nourma Kurnia.2011.Faktor-Faktor
yang Mempengaruhi Kehamilan.
http://midwifemala.blogspot.com/2011/02/faktor-faktor-yang-mempengaruhi.html.27
Februari 2013)
C. Faktor lingkungan, sosbud dan ekonomi
1.
Kebiasaan
dan Adat Istiadat
Ada
beberapa kebiasaan adat istiadat yang merugikan kesehatan ibu hamil. Tenaga
kesehatan harus dapat menyikapi hal ini dengan bijaksana jangan sampai menyinggung
“kearifan local” yang sudah berlaku di daerah tersebut.Penyampaian mengenai
pengaruh adat dapat melalui berbagai teknik, misalnya melalui media masa,
pendekatan tokoh masyarakat dan penyuluhan yang menggunakan media efektif.
Namun, tenaga kesehatan juga tidak boleh mengesampingkan adanya kebiasaan yang
sebenarnya menguntungkan bagi kesehatan. Jika kita menemukan adanya adat yang
sama sekali tidak berpengaruh buruk terhadap kesehatan, tidak ada salahnya jika
memberikan respon yang positif dalam rangka menjalin hubungan yang sinergis
dengan masyarakat.
2. Fasilitas
Kesehatan
Adanya
fasilitas kesehatan yang memadai akan sangat menguntungkan kualitas pelayanan
kepada ibu hamil. Deteksi dini terhadap kemungkinan adanya penyulit akan lebih
tepat, sehingga langkah antisipatif akan lebih cepat diambil. Fasilitas
kesehatan ini sangat menentukan atau berpengaruh terhadap upaya penurunan angka
kesehatan ibu (AKI).
2.
Ekonomi
Tingkat
social ekonomi terbukti sangat berpengaruh terhadap kondisi kesehatan fisik dan
psikologis ibu hamil. Pada ibu hamil dengan tingkat social ibu hamil yang baik
otomatis akan mendapatkan kesejahteraan fisik dan psikologis yang baik pula.
Status gizi pun akan meningkat karena nutrisi yang didapatkan berkualitas, selain
itu ibu tidak akan terbebani secara psikologis mengenai biaya persalinan dan
pemenuhan kebutuhan sehari-hari setelah bayinya lahir.
Ibu akan
lebih fokus untuk mempersiapkan fisik dan
mentalnya sebagai seorang ibu. Sementara pada ibu hamil dengan kondisi ibu
hamil yang lemah akan mendapatkan banyak kesulitan terutama masalah pemenuhan
kebutuhan primer. (Fatmala,
Nourma Kurnia.2011.Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kehamilan.
http://midwifemala.blogspot.com/2011/02/faktor-faktor-yang-mempengaruhi.html.27
Februari 2013)
BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Pada setiap
kehamilan akan terjadi perubahan-perubahan anatomi sesuai tingkat usia
kehamilan ibu hamil tersebut. Perubahan tersebut dimulai pada trimester awal
sampai trimester terakhir kehamilan yaitu trimester III.
Perubahan-perubahan
anatomi yang terjadi pada ibu hamil diantaranya meliputi sistem pencernaan,
sistem perkemihan, dan muskuloskeletal yang berkembang sesuai dengan kondisi
janin yang ada di kandungan ibu.
a. Pada sistem pencernaan di awal
trimester timbul gejala morning sickness dan berangsur
membaik pada trimester selanjutnya, bahkan nafsu makan pun meningkat. Mual
(nausea) terjadi karena makanan lebih lama berada di lambung dan dicerna sangat
lambat di usus.Terjadi konstipasi karena pengaruh hormone
progesterone yang meningkat. Selain itu perut kembung juga terjadi.
b. Pada sistem perkemihan pada awal trimester
sudah menunjukkan gejala sering buang air kecil akibat didesak oleh fetus dan
berlangsung sampai trimester III. Perubahan struktur ginjal merupakan
aktifitas hormonal [ estrogen dan progesteron ], tekanan yang timbul akibat
pembesaran uterus, dan peningkatan volume darah.
c. Pada sistem muskuloskeletal di
awal kehamilan, perubahan-perubahannya tidak begitu mencolok, tetapi seiring
dengan bertambahnya umur kehamilan peningkatan berat wanita hamil menyebabkan
postur dan cara berjalan wanita berubah secara menyolok dan lebih
sulit untuk bergerak. Postur tubuh wanita secara bertahap mengalami perubahan
karenan janin membesar dalam abdomen.
Kadangkala, perubahan-perubahan tersebut membuat ibu
tidak nyaman, tetapi selama perubahan-perubahan tersebut tidak terlalu
mengganggu aktivitas ibu, maka kehamilan tersebut dianggap kehamilan
fisiologis.
B. SARAN
Perubahan yang terjadi pada diri ibu merupkan hal yang lumrah jadi
sebaiknya tidak perlu di takuti hal ini di karnaka di dalam tubuuh ibu terdapat
kehidupan lain selain kehidupanya, sehingga tubuh perlu menyesuaikan diri
dengan suasana baru tersebut .
Perubahan–perubahan yang terjadi tidaklah akan permanen seiring berjalannya
masa kehamilan maka gejala-gejala yang di alami akan berbeda dan akan berahir
dengan sendirinya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar